Sabtu, 09 Januari 2010

Yang Saya Tahu Tentang Strawberry Cafe


Strawberry café, café dengan segudang permainan!

Yup
sesuai dengan judulnya, gw mau berbagi pengalaman tentang perjalanan gw ke Strawberry Café.

Café ini berlokasi di 2 tempat berbeda di Jakarta, yaitu di Tanjung Duren dan di Gandaria. Kebetulan, yang gw kunjungi adalah cabang yang di Gandaria. So, hal-hal yang gw ceritain di sini adalah yang gw alami di cabang tersebut.

Seperti cafe-cafe pada umumnya, Strawberry cafe menawarkan tempat hangout sekaligus tempat makan. Uniknya, selain menyediakan berbagai jenis makanan, Strawberry Café juga menyediakan berbagai jenis permainan untuk dimainkan. Dan yang lebih menyenangkan, semua permainan itu gratis, kecuali Jumanji. Apa itu Jumanji? Nanti akan gw jelaskan lebih lanjut.

Kalau begitu, mainan apa aja sih yang bisa dimainkan? Ada banyak mainan yang tersedia sebenarnya (kurang lebih 400 permainan), tetapi cuma yang ada di daftar aja yang bisa dimainkan. Setiap meja pengunjung bakal di kasih 2 lembar daftar permainan yang bisa dipilih. Daftar pertama berisi permainan untuk 2 orang dan daftar kedua untuk kelompok. Contohnya Headbenz, The Lost City, Taboo, Uno, Remi, Monopoli, Battle Ship, Guess Who, dan masih banyak lagi. Jangan khawatir kalau nama-nama permainan itu asing bagi lo semua karena pelayan di sana bakal menjelaskan ke lo gimana aturan mainnya. Waktu itu sih gw mainin Headbenz, Taboo, The Lost City, dan Uno. Lumayan seru, kok!

Terus, apa gw cuma main doang di sana? Haha, nggak lah. Gw juga mencicipi makanan yang ada, kok. Gw sempet kaget pas dikasih daftar menunya karena besar dan cukup berat, maklum covernya terbuat dari kayu berbentuk strawberry. Ketika gw membuka lembar demi lembar, gw menyadari kalau halaman daftar menu itu banyak banget dan bertaburan nama-nama asing (kurang lebih 140 nama), seperti Initial S, Strawberry in Paradise , dan lainnya. So, kalau lo bingung sama content dari masing-masing menu, jangan ragu untuk bertanya sama pelayannya daripada lo memesan sesuatu yang nggak lo suka. Menunya mulai dari Teppanyaki, berbagai jenis Waffle, Burgers, Fried Rice, Pasta, hingga berbagai minuman olahan strawberry, juga minuman lainnya. Harganya variatif, antara 15 ribuan hingga 30 ribuan rupiah. Rata-rata sih berharga 20 ribuan rupiah. Cukup terjangkaulah buat pelajar dan mahasiswa.

Russian Roulette?
Tahukan permainan tantangan yang memutar putaran peluru dan ditembakkan ke kepala orang? Kalo ternyata pelurunya kosong berarti selamat, kalau isi, yah nasib deh. Haha.
Di café ini juga ada menu yang namanya Russian Roulette, tetapi nggak bakal bikin lo tewas, kok. Menu ini terdiri dari beberapa slot gelas kecil yang berisi minuman olahan strawberry (means strawberry dicampur something). Gelas-gelas itu disusun melingkar di meja. Sebuah pistol mainan diletakkan tepat ditengah-tengah lingkaran. Setiap orang secara bergiliran memutar pistol dan meminum gelas yang ditunjuk oleh si moncong pistol. Minuman itu harus diminum dengan cepat dan tanpa ekspresi apa pun rasa yang lo dapat. Kalau nggak kuat, seperti minum atau munt*h, berarti orang tersebut kalah dan biar tambah seru bisa dikasih hukuman. Asal tahu aja, rasanya bisa manis, asam, asin, bahkan pedas. Temen gw, si Xandra sampai jackpot (munt*h) gara-gara nggak tahan pedas. Berani coba? Monggo.

Jumanji?
Sesuai janji gw tadi, gw bakal menjelaskan lebih lanjut tentang permainan Jumanji. Permainan ini untuk kelompok, kalo nggak salah minimal 4 orang (atau maksimal gitu, sorry agak lupa, soalnya gw main pas berempat). Baru dibuka jam 8 malem (pk 20.00 WIB). Kalau mau main langsung aja daftar, walaupun lo dateng jam 11 siang karena kalau makin malem makin rame dan lo bakal ngantri lama banget (tipenya waiting list gitu deh). Untuk bisa menikuti permainan ini, ada beberapa syarat, teknis dan psikis (haha, apa sih bahasa gw). Syarat teknis, kalau lo memesan makanan, lo Cuma perlu bayar 5.000 rupiah (1 makanan berlaku bagi 1 orang, bukan kelompok). Sedangkan, kalo lo cuma pesen minuman, lo harus bayar 20.000 rupiah/orang. Syarat psikisnya adalah lo ga boleh mengidap asma ataupun sakit jantung.

Aturan main:
Permainan Jumanji berlangsung 20 menit. Lo bakal dikasih 4 misi yang harus diselesaikan. Di setiap misi bakal ada yang mengejutkan. Apa itu? Cobalah sendiri! Nggak enak kalo gw ceritain detilnya, entar lo dah nggak nikmatin lagi waktu mainnya. Yang jelas, gw cuma sampe misi ketiga soalnya temen gw si Xandra (lagi) nggak kuat dan minta berhenti. Satu orang berhenti artinya semua berhenti dan permainan selesai. Penasaran? Cobalah!

Serba-serbi:
1. Strawberry Cafe ini, FYI, banyak banget diisi ama anak-anak SMA. Anak kuliah juga ada sih, tetapi tetap didominasi sama anak SMA.
2. Suka ada kejutan ulang tahun, kalau pas ada yang ngerayain ultah, yaitu berupa lampu tiba-tiba mati, nyala lampu sorot kelap-kelip warna hijau, muncul lagu house music yang gw nggak tahu penyanyinya siapa. Lebih mirip lagu remixan Indonesia gitu. Terus muncul pelayan-pelayan Strawberry Cafedengan kostum, nyanyi-nyanyi, serta menyemprot yang ultah dengan foam dan Confetti Launcher. Kemudian diakhiri dengan pemutaran lagu Jamrud "Selamat Ulang Tahun".
3. Minuman Initial S ditaruh di gelas yang bawahnya berisi ikan dan ditambah kembang api sebagai hiasan.
4. Nasi goreng yang mengandung strawberry cuma ada di menu Strawberry in Paradise.

Kekurangan:
1. Pelayannya suka main sendiri. Jadi buat gonta-ganti permainan atau nambah pesanan terkadang harus nyamperin mereka dan menunggu lumayan lama.
2. Kurang jelas dalam menerangkan aturan main, dalam hal ini masalah waiting list Jumanji, ceritanya gw nggak dikasih tahu kalau harus daftar dulu. Oleh karena itu, sebagai pengunjung harus lebih aktif nanya sampai selengkap-lengkapnya.
3. Lumayan panas karena nggak semua AC nyala.
4. Pelayanan lebih mengutamakan kelompok dalam jumlah besar atau pelanggan.

So, itu semua pengalaman gw di Strawberry Cafe. Kalau lo penasaran, ajak deh temen lo rame-rame ke sana. Jangan pernah datang sendirian atau lo bakalan garing. Haha.

Alamat:

Strawberry Café Ke-1
Jl. Tanjung Duren Barat III No. 1
(Dibawah Markas Bilyard)
Jakarta Barat
Phone: 021-56962880

Strawberry Café Ke-2
Jl. Gandaria 1 No. 75
(Depan Snapy 24jam atau Dekat Blok M)
Jakarta Selatan
Phone: 021-7222051

Sabtu, 26 Desember 2009

Resep Mangut Calon Disayang Mertua


Ada yang baru! Mulai hari ini, gw bakal buat kategori baru di blog, yaitu "Tips dan Triks" yang isinya berbagai tips dan triks mengenai apa saja.

Pada kesempatan kali ini, gw mau membagi tips membuat Mangut.

Mangut itu apa sih?
Mangut tuh makanan khas Semarang yang bahan dasarnya ikan pari.

Rasanya?

Puasti wuenak tenan.

Resep ini gw dapet dari nyokap yang setelah lama nggak bisa makan akibat pengobatan kankernya mulai bisa makan kembali. Alhasil, nyokap lagi hobi-hobinya masak dan sebagai anak yang berbakti, gw pun membantunya. Lumayan, itung-itung belajar jadi koki (koki apa istri?).
Mumpung lagi liburan juga, daripada-daripada.. mending meningkatkan kualitas diri, tul nggak (padahal sih mendingan belajar masak daripada belajar ujian T.T)?

Nah, gw mulai aja, ya, langkah-langkahnya!

1. Persiapan bahan
Ini dia bahan-bahan yang perlu disiapin:

1. Ikan pari yang udah diasapkan, biasanya dijual di pasar-pasar tradisional. Kalo gw belinya di pasar belakang Bintaro Trade Center. Tidak tertutup kemungkinan untuk mencarinya di supermarket.
2. 12 butir kemiri
3. 4 butir (apa siung, ya??) bawang putih, cuci bersih
4. 8 butir bawang merah, cuci bersih
5. Cabai merah, sesuai selera (jangan banyak-banyak)
6. 6 buah belimbing wuluh, banyaknya tergantung selera, makin banyak makin asam, cuci bersih
7. 2 lembar salam, cuci bersih
8. 1 batang sere, cuci bersih
9. 3-4 cm laos, cuci bersih
10. Santan secukupnya, yah kira2 satu loyang cetak agar-agar
11. Garam dan gula secukupnya
12. Petai, buat nambah rasa aja (optional, cuci bersih)
13. Minyak goreng

2.Persiapan Bumbu-bumbu
1. Ulek halus (bisa juga pake food processor atau blender) kemiri, bawang putih, bawang merah, dan cabai merah.
2. Geprak sere dan laos.
3. Potong belimbing wuluh sedang-sedang.
4. Kupas petai dan potong di tengah, supaya kalo ada ulat di dalamnya bisa diambil.

3. Inti (Proses Masak)
1. Panaskan minyak secukupnya, sedikit saja. Gunakan Wajan yang cekung (bisa nampung kuah)
2. Tumis ulekan halus kemiri, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah hingga wangi.
3. Masukkan ikan pari yang sudah diasapkan, oseng hingga bumbu meresap.
3. Masukkan santan secukupnya.
4. Masukkan sere dan laos yang telah digeprak, serta 2 lembar daun salam yang sudah dicuci bersih.
5. Masukkan belimbing wuluh dan petai.
6. Tambahkan garam secukupnya (lebih baik sedikit demi sedikit hingga mencapai rasa yang pas).
7. Tambahkan gula pasir sedikit saja (1 sendok teh)untuk menyedapkan rasa. Daripada pake vetsin atau bumbu-bumbu buatan, konon kabarnya perpaduan gula dan garam bisa menghasilkan rasa gurih yang sama dengan vetsin dan bumbu-bumbu buatan tersebut.
8. Aduk terus jangan sampai santan pecah hingga mendidih (istilahnya ungup). Jika petai dan belimbing wuluh sudah layu, kuah sudah kekuningan, dan sudah ungup, itu artinya Mangut sudah siap untuk dihidangkan..

This is it (haha, ceritanya Farah Queen wannabe), Mangut Calon Disayang Mertua siap disantap. Hmmm.. Yummy!

Selamat Mencoba! Dan sampai ketemu di tips gw berikutnya ^^


Rabu, 23 Desember 2009

Untuk Cinta

Maaf, Cinta...
maafkan aku yang belum bisa mengerti kamu
Maaf, Cinta...
karena kubiarkan kau kecewa

Aku, Cinta...
aku yang salah, masih terlalu kekanak-kanakan untuk bisa memilikimu
Aku, Cinta..
aku yang salah, begitu tega mengusirmu untuk kemudian memintamu kembali

Bukan dia, Cinta...
bukan dia yang mengucilkanmu
Bukan dia, Cinta...
ia hanya memilih cintanya sendiri

Apalagi mereka, Cinta...
mereka justru mendambamu
Apalagi mereka, Cinta...
mereka memujamu

Sudahlah, Cinta...
kau hanya bukan milikku saat ini
Sudahlah, Cinta...
mungkin suatu hari nanti kita kan bersama

Jangan menangis, Cinta...
ini tak untuk selamanya
Jangan menangis, Cinta...
masih terlalu banyak waktu, mengapa harus menangis?

Lihatlah lebih dalam, Cinta...
kita tak pernah benar-benar berpisah
Lihatlah lebih dalam, Cinta...
dalam senyumannya dan mereka, kita ternyata bersatu

Kau tahu kenapa, Cinta?
Karena...
kau terlalu luas, terlalu bebas..
Mana mungkin hanya tentang dua insan?
Karena...
tanpa apa pun dan siapa pun kau masih di sini,
setidaknya untuk mencintaiku

Jumat, 02 Oktober 2009

Menghadapi Suka, Duka.. Pertanyaan Tiada Akhir



Semua berlalu begitu saja. Waktu, musim, dan kisah datang dan pergi silih berganti. Terkadang terselip memori dan terkadang pula terlupa akan hal yang sama. Seorang pria bisa saja hidup lebih lama, tetapi ia memutuskan untuk tiada. Seorang anak bisa saja tumbuh dewasa, tetapi ia memutuskan untuk diam di tempat. Tak sekalipun keluar dari jiwa anak-anaknya.

Roda kehidupan berputar; manusia berpacu dengan waktu. Ketika semua pergi, hanya sepi yang menemani. Hembuskanlah nafas itu! Rasakan bahwa kehadiran diri adalah nyata di dunia ini. Pikiran menerawang melewati lorong-lorong penyiksaan dan kenikmatan. Beradu dalam cawan kehidupan.

Segala pencapaian dan segala kesuksesan seakan-akan tinggal cerita yang berubah menjadi pengandaian atau penyesalan. Namun, toh, kita masih harus berdiri karena jalan itu belum buntu. Ia belum dibuntukan atau pun terbuntukan. Yang menjadi pertanyaan sanggupkah untuk bangkit?

Memeluk udara hampa adalah satu-satunya yang dapat dilakukan tatkala diri tak mampu memeluk cinta. Biarkan imajinasimu menembus batas; menembus tembok-tembok yang memisahkanmu pada mimpi-mimpi. Jika air mata dapat menjadi pelipur lara, biarkan ia datang. Toh, ia mungkin satu-satunya hal yang datang tanpa perlu kau undang. Lalu, menarilah dan dengarkanlah alunan nada yang membawa semua itu pergi dan berlalu sekali lagi.

Di setiap fase hidup ini, perasaan yang sama mungkin terulang. Ketika kita begitu berbangga mendulang hasil yang gemilang. Tertatih, ketika harus mempertahankannya. Untuk kemudian menjadi redup dan berganti menjadi semangat baru menyongsong fase kehidupan berikutnya. Di setiap peristiwa, kita mungkin juga merasakannya. Bahwa kedatangan kita saat ini akan disusul dengan kepergian kita di suatu saat nanti.
Setiap tempat, setiap detik, dan setiap suasana itu menjadi latar dari setiap peristiwa yang terus meliputi kehidupan. Bahkan, setiap orang yang hadir itu, tanpa mempedulikan seberapa lama mereka tinggal, juga turut mempengaruhi apa pun yang terjadi pada diri. Tiadanya salah satu saja dari mereka maka cerita tak akan pernah sama.

Jika memang kondisi ini adalah yang aku inginkan seharusnya aku bersyukur karena mereka telah ikut membentuknya. Jika aku berharap mereka tak pernah ada, mungkin ini bukan momen terbaik yang bisa kudapatkan. Namun, masa lalu tak bisa diubah, hanya masa depanlah yang bisa kurencanakan. Sekali lagi dalam perenungan ini, aku masih tak bisa menemukan jawaban. Mungkin memang hanya waktu yang dapat menjawab. Suatu saat nanti, saat semua memang benar-benar telah berakhir dan kembali kepada pemiliknya, Tuhan.

Duniamu Mengalihkan Senyumku

Duniamu mengalihkan senyumku
Senyum yang kupunya untuk mereka,
tersita untuk duniamu yang lugu
bayang tubuhmu lekat di otakku
tat kala kau mainkan jemari di tembok putih yang ternoda
hadirmu seakan nyata untukku
walau kau tak lebih dari sekedar imaji
tapi waktukku hilang mengenangmu
mengenang hari yang tak penah kulalui
siapakah engkau?
Mengusik hatiku, mengganggu batin jiwaku
Apakah maumu?
Menyelinap lewat mimpi, bersemayam dalam ilusi
Tinggalah sebentar dan pergilah
Karena sejak pertama kali kau datang
Saat itulah ku yakin kau tak akan kembali
Kau tidaklah abadi