Minggu, 26 Juni 2011

Wagyuing with Yanti Wijaya


Hello weekend!
Gosh how much I love weekend!

Kenapa? Karena cuma di dua hari ini gw pasti libur. Yup, setelah menjalankan rutinitas bekerja selama 7 bulan, gw baru ngerasain nikmatnya weekend. Bayangkan kalo mereka nggak ada, bakal sebosen apa gw???? << lebay

Tapi bener deh, buat kalian yang belom kerja, gw saranin untuk menikmati setiap hari kosong yang kalian punya sebelum kalian cuma punya 2 hari kosong dalam seminggu. Sebenarnya, weekdays juga enak sih, ya kalau kita mencintai pekerjaan yg kita jalanin, nggak bakal stress atau terbebani. Cuma, tetep aja, kita jadi punya lebih sedikit waktu untuk jalan-jalan, refreshing, tidur-tiduran, atau sekedar leyeh-leyeh sambil twitteran dan tentunya nggak ada waktu buat ngeblog. Thank God, di hari Minggu nan cerah ceria ini, gw bisa ngeblog lagi!

Hari ini, gw mau berbagi pengalaman gw kulineran di Holycow Steak Hotel. Mau tahu? So, ikutin ceritanya…

Kebetulan, pulang kerja hari Senin kemarin, gw menyempatkan diri untuk mencoba kuliner yang lagi lumayan booming, yaitu wagyu. Wagyu sendiri merupakan daging sapi gunung yang cuma minum air pegunungan. Katanya sih, daginggnya lebih enak dari sapi biasa. Tempat makan wagyu gw Senin kemarin adalah Holycow Steak Hotel cabang Radio Dalam. Yup, Holycow sendiri yang gw tahu ada di 2 tempat, yaitu Senopati dan Radio Dalam. Gw mau berbagi pengalaman makan yang di Radio Dalam.

Well, pertama-tama gw mau mendeskripsikan tempatnya. Holycow Radal, tempatnya cukup sederhana. Resto ini hanya memakai sebagian dari ruko aja, outdoor, kayak di garasi gitu. Warna restoran didominasi dengan merah dan hitam. Jujur, plang restorannya agak kecil, agak susah dilihat. Tapi, kalo nanya orang sekitar situ pasti langsung pada tahu tempatnya. Letaknya deket alfa midi radal. Resto yang di radal ini non AC, jadi kalo rame agak gerah. Walaupun ada kipas anginnya, kata masnya, kipas anginnya lebih berfungsi untuk mengusir asap bakaran steaknya. Itu aja sih yang bisa gw bagi soal tempatnya. Next, makanannya.

Makanan di resto ini emang fokus banget sama steak. Ada Australian steak (gw lupa ada berapa varian) dan tentunya wagyu steak (3 varian). Sedangkan jenis makanan lain cuma pelengkap aja, seperti tiramisu, potato. Bisa dibilang makanannya nggak banyak variasi. Minumannya juga ga banyak variasi. Cuma ada cappuccino, teh, dan soda (seinget gw cuma itu ). Untuk harga steaknya berkisar dari 40-50an hingga 90an. Untuk wagyu starts from 90k. Sedangkan potato dan tiramisunya belasan ribulah. Untuk minuman dr dibawah 10 rb hingga belasan ribu. Well, karena gw dan temen gw yanti lagi kepingin nyobain wagyunya yang terkenal itu, kami pun memutuskan untuk memesan wagyu short rib boneless. Kenapa yang ini? Soalnya ada paket combo, yaitu 2 wagyu plus 2 softdrink hanya dibandrol 170k, yang artinya masing-masing hanya perlu keluar kocek 85k. Untuk tingkat kematangan wagyu, Yanti memilih medium well, sedangkan gw memilih well done. *tingkat kematangan dr yang kurang matang sampai matang adalah medium-medium well- well done. Dan untuk saucenya kita berdua pilih mushroom (ada mushroom dan black pepper)

Fokus di rasa nih! Menurut temen gw Yanti yang suka makan makanan berbumbu, rasanya biasa aja. Menurut doi kurang asin. Tapi, pas doi nyobain punya gw, doi bilang well done lebih kerasa asinnya. Kalo menurut gw sih, rasanya juga biasa aja. Soalnya steaknya sendiri kurang berbumbu. Saucenya ga dibakar jadi satu sama steaknya kayaknya (atau karena kurang berasa ya? Ga tahu deh). Tapi kami berdua setuju kalo sauce cream jamurnya enak. Well, lidah orang beda-beda ya. Menurut banyak orang, steaknya nampol banget alias uenak pol.

Kenyang atau tidak? Kenyang! Porsinya lumayan besar dan kalorinya cukup besar jadi ngenyangin banget.

Service? Well, ini agak beda-beda tiap orang. Tapi, menurut gw servicenya biasa aja. Kalau lagi rame, karena tempatnya kecil, tempat duduk kita bakal dishare sama tamu lain. Meja di sana paling kecil berukuran 4 orang, jadi kalau cuma berdua, udah pasti bakal share meja sama orang lain. Terus, gw kurang suka sama 1 orang pelayan wanita di sana yang kurang ramah (ya udahlah, kagak bakal ketemu lagi sama tuh orang). Yang lainnya sih udah ramah dan membuat nyaman.

Itu aja sih yang bisa gw share tentang resto yang satu ini. Penasaran? Coba!
 
Holycowsteak
The Menu
Wagyu Short Rib Boneless Medium-well
Wagyu Short Rib BonelessWell-done
Me, eating wagyu, :P

    

Sabtu, 25 Juni 2011

Tuna Teriyaki di Akhir Pekan


Halo!
Kangen banget nge-update blog! Update-an kali ini, gw bakal berbagi pengalaman memasak Tuna Teriyaki. Kenapa berbagi pengalaman dan bukannya berbagai resep? Soalnya resepnya boleh nyontek dari http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=14377. Oleh karena itu, rasanya berbagi pengalaman lebih tepat untuk digunakan.

Nah, sekarang langsung aja yuk kita lihat bagaimana proses pembuatan Tuna Teriyaki sampai bisa jadi kayak gini.
Tuna Teriyaki
As usual, pertama-tama kita siapkan bahan-bahannya
Bahan:
1.       1 kg ikan tuna potong.
2.       2 siung bawang putih, cincang halus
3.       2 sdm saus teriyaki
4.       ¼ sdt merica bubuk
5.       1 sdm mentega
Saus:
1.       2 sdm minyak goreng
2.       ½ bawang Bombay, cincang halus
3.       3 sdm saus teriyaki
4.       1 sdt minyak wijen
5.       ½ sdt tepung maizena
6.       Air panas 100 ml
7.       Garam secukupnya
Cara membuat:
1.       Cincang halus bawang putih
2.       Campur cincangan bawang putih dan 2 sdm saus teriyaki
3.       Cairkan  1 sdm mentega, kemudian campurkan dengan bawang putih dan saus teriyaki yang tadi
4.       Tambahkan ¼ sdt merica bubuk
5.       Aduk campuran, kemudian masukkan ikan tuna potong dan oleskan bumbu ke ikan hingga rata. Diamkan selama 30 menit.
6.       Setelah 30 menit, ini dia penampakannya
7.       Kemudian ikan dipanggang. Nah karena gw ga punya panggangan, gw panggang ikannya pake wajan dulu buat ngeresapin bumbu terus dilanjutin pakai oven.
8.       Di atas wajan, sebentar aja, sampai bumbu meresap dan dagingnya agak putih (udah ga merah)
9.       Terus di panggang di oven selama total 30 menit (sebelum dipanggang, tambahin lagi sisa bumbu). 15 menit pertama bagian bawah ikan, setelah itu ikan dibalik, dan dipanggang lagi 15 menit.
10.   Sambil nunggu ikan mateng, gw masak sausnya. Caranya ,tumis bawang Bombay dengan minyak goreng hingga harum.
11.   Masukkan 3sdm saus teriyaki
12.   Masukkan 1 sdt minyak wijen
13.   Larutkan ½ sdt tepung maizena dengan 100 ml air panas. Kemudian masukkan.
14.   Diaduk hingga kental dan mendidih, rasakan. Kalau kurang asin bias ditambah garam sesuai selera.
15.   Siapkan ikan yang telah dipanggang di piring, siram dengan saus.
16.   Hidangkan selagi panas. Yummy!

Selamat Mencoba :)

Penampakan chefnya

Kamis, 06 Januari 2011



Jadilah kanvas putih dan buku kosong, biarkan mereka melukis dan menulis kisah mereka, tentangmu.


Selasa, 04 Januari 2011

I Beg You -Laban Erapu-

‘I beg you,
If you feel something like love for me,
Not to let me know it now
When I feel nothing so certain for you.
Wait until you’ve conquered my pride
By pretending not to care for me.

I beg you,
If you think your eyes will give you away,
Not to give me that longing look
When you know it will force the moment
Wait until our heatbeats have settled
Then put your head on my shoulder.

I beg you,
Not to let us surrender to passion
Until our liking has grown to love
Let’s stop and look back
Let’s draw apart and sigh,
Let’s stand back to back,
Let’s say goodbye for the day
And walk our different ways
Without pausing to wait
For an echo to our last word.

I beg you
If you find yourself interlocked
In my embrace,
To kiss me and keep me silent
Before I start making promises
That time may choose to by-pass -
Wait until our hands are free,
Then listen to me;
Wait until our love is primed
Then give me your hand.’

Puisi ini saya temukan secara tak sengaja di blog seseorang ketika mengetikkan kata kunci "I Beg You" di google. Sebuah puisi yang indah!

Kamis, 18 November 2010

Udang Saus Tiram


Hai, balik saya akhirnya tulis-menulis lagi!
Kali ini, saya mau berbagi resep lagi nih. Masakan yang simple, tapi nendang. Cocok banget buat yang masih ngekos dan doyan makan. Masak sendiri, makan sendiri.

Resep kali ini adalah: Udang Saus Tiram ala chef Dinda

Pertama-tama, kita siapkan alatnya dan bahannya:

Bahan:
1. Udang 500 gr
2. Saus tiram
3. Saus tomat
4. Saus sambal
5. Bawang bombay
6. Daun bawang
7. Minyak goreng
8. Mentega
9. Air panas

Alat:
Penggorengan dan sutil

Bahan dan alat yang dibutuhkan gampang dan mudah didapatkan, kan? Setelah lengkap, sekarang saatnya kita masuk ke proses masak-memasak. Siap? Let’s go!

Proses Awal:
  1. Cuci dulu udangnya, biar nggak amis. Kalau mau dikupas juga boleh. Sesuai selera aja. 
  2. Goreng udang dengan minyak. Gorengnya setengah mateng aja. Sampai udang berwarna keoranyean.  Tiriskan. Ini dilakukan supaya udangnya mateng sempurna dan tidak amis.
  3. Rajang 2 buah bawang Bombay dan 1 loncang daun bawang.

Proses Lanjutan:
  1. Panaskan mentega. Tumis bawang Bombay dan daun bawang hingga harum atau kecoklatan.
  2. Masukkan udang yang sudah digoreng setengah mateng.
  3. Masukkan bumbu saus tiram, saus tomat, dan saus sambal sedikit demi sedikit hingga mencapai rasa yang tepat. Tips: rajin2 ngerasain.
  4. Masukkan sedikit air panas sebagai kuahnya. Banyak sedikitnya sesuai selera. Jangan lupa dirasain lagi. Kalau kurang asin, tambahin saus tiram. Kalau keasinan, kasih saus sambal. Kalau kepedesan, kasih saus tomat. Hingga rasanya sempurna.
  5. Setelah agak sat. Matikan api.

Dan Udang Saus Tiram ala Chef Dinda siap dihidangkan. Enyak enyak enyak :)
Selamat mencoba!